Senin, 05 November 2012

analisis peluang usaha

MODUL II .
ANALISIS RESIKO MENJALANKAN USAHA
MATERI PEMBELAJARAN :
1. Melakukan analisa data dengan menggunakan pendekatan statistika seperti peluang , regresi dan korelasi
2. Menyusun strategi sistematis untuk menjalankan usaha
B. Macam-macam resiko
Besar kecil resiko dapat diukur dengan melihat tingkat kerusakan dari :
a. harta benda
b. berkurangnya aset-aset yang dimiliki perusahaan
c. bertambahnya hutang
Resiko Keuangan dalam usaha tergantung kepada :
a. Besar kecilnya investasi
b. Persaingan usaha
c. Besar kecilnya prosentase penanaman investasi dari arus kas
Macam-macam resiko
a. Resiko jiwa saat menjalankan pekerjaan
b. Resiko harta karena pencurian, kebakaran, manajemen tidak tepat dll
c. Resiko kerusakan harta krn pengepakan salah, kebanjiran dll
d. Resiko penggantian kepada pihak lain karena perusahaan atau produk merugikan pihak lain
e. Resiko keuangan , mampu tidaknya perusahaan memperhitungkan arus kas ( cash flow )
C. Analisis Resiko Dalam menjalankan Usaha
I. Analisis aspek resiko keuangan
Untuk meminimalisirkan terjadinya resiko, perusahaan bisa melakukan sbb:
- Pembukuan yang teratur
- Pengelolaan keuangan yang baik
- Mengikuti asuransi dsb
CARA MENGHITUNG RESIKO KEUANGAN :
1. Analisis Sensitivitas
Yaitu dengan menyusun estimasi cash flow dalam 3 posisi :
- optimis ( baik )
- Wajar ( sedang )
- Pesimis ( buruk )
Dari hasil analisis sensitivitas kemudian dicari range/jarak antara estimasi tersebut. Jika range nya besar maka resiko
juga lebih besar
Contoh :
Investasi A Investasi B
Investasi 50.000.000 50.000.000
Optimis ( baik ) 25% 27%
Wajar ( sedang ) 22% 21%
Pesimis ( buruk ) 19% 15%
Jarak ( range ) 6% 12%
Dari tabel tersebut ternyata proyek A lebih kecil resiko nya dibanding proyek B
Latihan :
Dari table dibawah ini Tentukan Proyek yang lebih kecil resikonya :
Investasi A Investasi B Investasi C
Investasi 65.000.000 65.000.000 65.000.000
Optimis ( baik ) 28% 27% 25%
Wajar ( sedang ) 23% 22% 21%
Pesimis ( buruk ) 18% 17% 16%
Jarak ( range )
2. BEP ( Break Event Point )
BEP adl suatu tingkat penjualan yang dapat menutup biaya tetap dan variabel.
BEP dikenal dengan titik impas atau pulang pokok
Menurut sifatnya biaya terdiri dari
a. Biaya tetap ( Fixed cost )
Yaitu biaya yg jumlah nya tetap, tidak terpengaruh perubahan tingkat kegiatan perusahaan dalam waktu atau
kapasitas tertentu
Contoh : Sewa gedung, Gaji pegawai tetap, penyusutan peralatan dll
b. Biaya Tidak tetap ( Variabel Cost )
Yaitu biaya yg jumlahnya berubah-ubah sesuai tingkat kegiatan perusahaan.
Mis : Biaya bahan baku gaji kary tidak tetap, biaya telp, bi transportasi dll
Rumus BEP Quantitas =
Contoh soal :
Sebuah perusahaan Tas untuk menghasilkan produknya mempunyai biaya tetap sebesar Rp 500.000,-
Biaya variabel Rp 100,- / unit dan dijual dengan harga Rp 200,-/unit
Dari data tersebut hitunglah titik impas nya
Jawab :
Diketahui
Fix Cost Rp 500.000,-
Variabel Cost Rp 100,- / unit
Price Rp 200,-/ unit
BEP = 500.000 = 500.000 = 5.000 UNIT
200-100 100
Latihan
1. Rencana pendirian usaha industry kecil pembuatan sepatu sbb
a. Sewa tempat usaha Rp 3.000.000,- / bulan
b. Pembelian peralatan Rp 10.000.000 untuk masa pakai 2 tahun
c. Gaji karyawan tetap Rp 1.000.000 / bulan
d. Bahan Baku Rp 30.000,- / pasang sepatu
e. Bahan pembantu Rp 20.000,- / pasang sepatu
f. Harga jual sepatu Rp 70.000,- / pasang sepatu
Berapa pasang sepatu harus diproduksi selama 1 tahun agar usaha bisa mencapai BEP ?
Jawab :
Fix Cost : ………………….. = Rp ………………../ tahun
………………….. = Rp ………………../ tahun
………………….. = Rp ………………../ tahun
Jumlah Fix cost = Rp …………….. / tahun
Variabel cost : Rp ………………..
Rp ………………..
Jumlah Variabel cost = Rp ………………..
Price : Rp …………….
Rumus BEP Quantitas = …………… = ………………
…… - ……..
2. Rencana pendirian usaha kecil konveksi, kebutuhan biayanya sbb :
a. Sewa tempat usaha Rp 7.000.000,- / tahun
b. Pembelian peralatan Rp 12.000.000,- untuk masa pakai 2 tahun
c. Gaji karyawan tetap Rp 1.400.000,- / bulan
d. Bahan baku Rp 25.000,- / potong
e. Perlengkapan Rp 10.000,-/ potong
f. Harga jual Rp 55.000,- / potong
Hitung omzet penjualan agar usaha bisa mencapai BEP
NPV ( Net Present Value )
Adalah metode yang sangat memperhatikan nilai waktu uang.
Cara perhitungannya adalah selisih antara nilai sekarang dari cash flow dan investasi
NPV adalah selisih antara present value dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih di
masa yang akan datang.
Untuk menghitung nilai sekarang perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan.
Keputusan investasi adalah sebagai berikut ini.
NPV > 0 usulan investasi diterima
FC
P - VC
NPV < 0 usulan investasi ditolak
Contoh :
Sebuah proyek senilai Rp 600.000.00,- selama 4 th menghasilkan cash flow sbb : Rp 150jt, Rp 200jt, Rp 250jt dan Rp
300jt
Jika keuntungan yang diinginkan 15% maka NPV nya adalah :
( Dari perhitungan dibawah ini hasil NPV adalah positive
atau PV cash flow > Investasi, artinya proyek layak dijalankan )
*) persentase discount faktor bisa dilihat dalam tabel present Value
Thn Cash flow Disc faktor *) PV of
R = 15 % Cash Flow
1 150,000,000 0.870 130,500,000
2 200,000,000 0.756 151,200,000
3 250,000,000 0.658 164,500,000
4 300,000,000 0.572 171,600,000
Total PV of cash flow 617,800,000
PV of investmen 600,000,000
NPV 17,800,000
Latihan soal :
Sebuah proyek senilai Rp 40.000.00,- selama 4 th menghasilkan cash flow sbb : Rp 5jt, Rp 10jt, Rp 15jt dan Rp 20jt
Jika keuntungan yang diinginkan 10% maka NPV nya adalah :
( Dari perhitungan dibawah ini hasil NPV adalah positive
atau PV cash flow > Investasi, artinya proyek layak dijalankan )
*) persentase discount faktor bisa dilihat dalam tabel present Value
Thn Cash flow Disc faktor *) PV of
R = 10 % Cash Flow
1
2
3
4
Total PV of cash flow
PV of investmen
NPV
3. Analisis Peluang
Yaitu untuk menganalisa seberapa besar pangsa pasar yang dapat dikuasai sehingga dpt memperkirakan penjualan
perusahaan pada masa akan datang.
Rumus
Y = a + bx
Contoh :
Perusahaan PROSPECT akan melakukan analisis penjualan produknya pada 4 tahun mendatang. Untuk melakukan
analisis peluang diperlukan data tahun yang lalu ( 1999 – 2005 )
Berikut data penjualan berturut-turut dari tahun 1999 – 2005 dalam satuan unit yaitu 50.000, 50.000, 55.000, 60.000,
60.000, 65.000 dan 60.000
Σ Y
a =
n
Σ XY
b =
Σ X
Keterangan :
Y = variabel yg
akan
diramalkan
a = konstanta
b = besarnya
perubahan Y
untuk satu
perubahan x
n = tahun ke n
Σ X > 0
Untuk dapat melakukan analisis penjualan PT Prospect, pertama-tama dihitung dengan persamaan trend sbb :
ANALISA TREND PT PROSPECT
Tahun Penjualan ( Y ) X XY X2
1999 25,000 -3 -75,000 9
2000 35,000 -2 -70,000 4
2001 55,000 -1 -55,000 1
2002 55,000 0 0 -
2003 60,000 1 60,000 1
2004 60,000 2 120,000 4
2005 60,000 3 180,000 9
2006 - 4 - -
2007 - 5 - -
2008 - 6 - -
2009 - 7 - -
Total 350,000 160,000 28
Σ Y
a =
n
350.000
a = = 50.000
7
Σ XY
b =
Σ X
160.000
b = = 5.714, 28
28
Garis peramalan Y = a + bX
Y = 50.000 + 5.714,28X
Jadi besarnya peramalan estimasi 4 thn mendatang
Penjualan tahun 2006 = Y = 50.000 + 5.714,28 (4) = 72.857,12
Penjualan tahun 2007 = Y = 50.000 + 5.714,28 (5) = 78.571.4
Penjualan tahun 2008 = Y = 50.000 + 5.714,28 (6) = 84.285,68
Penjualan tahun 2009 = Y = 50.000 + 5.714,28 (7) = 89.999,96
4. Analisis Regresi
Analisa yang dipergunakan untuk mencari pengaruh satu variabel dengan variabel lainnya
5. Analisis Korelasi
Analisa yang dipergunakan untuk mencari hubungan antara variabel dependen dg variabel independen.
6. Metode Payback Periode
Metode untuk mengukur lamanya dan investasi yg sudah ditanam dg cara membandingkan masa payback periode dg
lamanya kembalian investasi.
Payback period ingin melihat seberapa lama investasi bisa kembali. Semakin pendek jangka waktu kembalinya
investasi semakin baik suatu investasi
.
Kelemahan dari metode payback period
adalah:
(1) Tidak memperhitungkan nilai waktu uang, dan
(2) Tidak memperhitungkan aliran kas sesudah
periode payback.
Payback Periode = Investasi x 1 tahun
Cashflow
Contoh :
Suatu proyek membutuhkan dana investasi Rp 60.000.000,- dan setiap tahunnya menghasilkan cash flow sebesar Rp
30.000.000,-
Maka payback periode nya adalah :
Payback Periode = 60.000.000 x 1 tahun = 2 tahun
30.000.000
Jika cash flownya tidak sama setiap tahun , maka perhitungannya sbb
Contoh :
Proyek senilai Rp 60.000.000 menghasilkan cash flow selama 4 tahun berturut-turut 15.000.000,- 25.000.000,-
30.000.000,- dan 35.000.000,-
Maka payback periodenya adalah sbb :
Investasi 60.000.000,-
Cash Flow th 1 15.000.000,-
45.000.000,-
Cash Flow th 2 25.000.000,-
20.000.000,-
Cash Flow th 3 30.000.000,-
Jadi ]
Payback Periode = 2th+ 20.000.000 x1 th = 2.6 tahun
30.000.000
Latihan
1. Proyek senilai Rp 50.000.000 menghasilkan cash flow selama 4 tahun berturut-turut 15.000.000,- 20.000.000,-
30.000.000,- dan 35.000.000,-
Maka hitunglah payback periodenya :
2. Proyek senilai Rp 300.000.000 menghasilkan cash flow selama 4 tahun berturut-turut 50.000.000,- 100.000.000,-
135.000.000,- dan 150.000.000,-
Maka hitunglah payback periodenya :
7. Metode IRR ( Internal Rate of Return )
IRR adalah tingkat diskonto (discount rate) yang menyamakan present value aliran kas masuk dengan present value
aliran kas keluar.
IRR = rr + NPVrr _ ( rt – rr )
TPVrr – TPVrt
Keterangan :
rr = bunga rendah
rt = bunga tinggi
NPV = Net Present Value
TPV = Total present Value
Keputusan investasi:
IRR > tingkat keuntungan yang disyaratkan usulan investasi diterima
IRR < tingkat keuntungan yang disyaratkan usulan investasi ditolak
Contoh :
Sebuah proyek senilai Rp 600.000.00,- selama 4 th menghasilkan cash flow sbb : Rp 150jt, Rp 200jt, Rp 250jt dan Rp
300jt
Jika diharapkan keuntungan 15% maka NPV nya adalah :
Thn Cash flow Disc faktor *) PV of
R = 15 % Cash Flow
1 150,000,000 0.870 130,500,000
2 200,000,000 0.756 151,200,000
3 250,000,000 0.658 164,500,000
4 300,000,000 0.572 171,600,000
Total PV of cash flow 617,800,000
PV of investmen 600,000,000
NPV 17,800,000
Ditemukan NPV positive sebesar Rp 17.800.000,-
Dengan tingkat discount rate 15%
Kemudian dicari NPV negative dengan cara menaikkan discount rate menjadi 20% maka hasil NPV adalah sbb :
Thn Cash flow Disc faktor *) PV of
R = 20 % Cash Flow
1 150,000,000 0.833 124,950,000
2 200,000,000 0.694 138,800,000
3 250,000,000 0.579 144,750,000
4 300,000,000 0.482 144,600,000
Total PV of cash flow 553,100,000
PV of investmen 600,000,000
NPV (46,900,000)
IRR = 15% + 17.800.000 X ( 20% - 15% )
( 553.100.000 + 617.800.000 )
= 15,0138%
Hasilnya kemudian dibandingkan dengan keuntungan yang disyaratkan yaitu sebesar 15%, ternyata IRR adalah 15,0138% berarti lebih besar
0,0138%
Dengan demikian proyek layak dilaksanakan
II. Analisis aspek resiko SDM
Disini wirausaha perlu menganalisis dan menciptakan kondisi kerja yg produktif bg karyawan,dg cara
1. Dgn manajemen yg terbuka shg ada kejelasan tugas bg karyawan.
2. Memliki mekanisme utk mendengar dan memperhatikan keluhan karyawan
3. Melakukan penilaian dan antisipasi terhadap karyawn yang tidak puas
4. Proses rekruitmen SDM yang tepat
Aspek resiko SDM yang perlu dicermati :
1. Resiko antara para eksekutif puncak dg pekerja inti
2. Resiko dlm hubungan industri
3. Resiko para karyawan
4. Resiko tidak beretika dlm bekerja dan berbisnis
III. Analisis aspek Potensi pasar
Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan serta mau dan mampu dalam
pertukaran utk pemenuhan kebutuhan atau keinginan tsb
Dengan adanya globalisasi maka pasar semakin luas, namun resiko juga semakin besar. Jika salah memperhitungkan
peluang pasar, maka produk akan gagal dan menyebabkan kerugian atau kebangkrutan.
Yang perlu dilakukan dalam Analisis Potensi Pasar :
- memperoleh fakta tentang potensi pasar
- mengenali persoalan pd potensi pasar
- mengurangi resiko usaha
IV. Analisis Aspek Produk
Produk adl sesuatu yang dpt ditawarkan utk memnuhi kebutuhan atau keinginan publik.
Produk ada 2, Produk barang dan jasa.
Produk agar diterima harus : memuaskan konsumen. Sehingga Perlu diadakan analisis dlm : memilih segmen pasar,
memposisikan produk dg persepsi yg tepat, harga terjangkau, menciptakan produk baru, mencari segmen baru,
memperbaiki penampilan produk dsb.
V. Analisis Aspek Pelanggan
Penjual barang atau jasa hrs mampu menjual barang yang bisa diterima dan dpt mengikat pelanggan,yaitu dgn
mengutamakan mutu dan pelayanan.
Yang perlu dianalisis adalah :
a. Indikator sikap pelanggan pd produk
b. Pengembalian produk oleh pelanggan yg brtambah
c. Penurunan jumlah pembelian produk oleh pelanggan
VI. Analisis Aspek Pesaing
Pesaing adl mereka yang mengejar sasaran pasar yang sama.
Perusahaan hrs terus membandingkan produk,harga,distribusi,promosi dg pesaingnya.
Ada empat tingkat persaingan, Perusahaan bisa menganggap perusahaan lain dengan melihat hal-hal sbb :
1. Persaingan merk
Pesaing adl perusahaan lain yang menawarkan produk atau jasa sejenis kpd pelanggan dan harga relative sama
Mis : Aqua dg Ades,Aqua dg Zam
2. Persaingan industri
Pesaing adl semua perusahaan yg membuat jenis produk yg sama
Mis : Agua dg semua produsen air minum dlm kemasan ( AMDK )
3. Persaingan bentuk
Pesaing adl semua produk manufactur perusahaan yg memberikan jasa yang sama. Mis : Aqua dg semua produk
minuman dlm kemasan dan minuman ringan spt cocacola, teh, sari buah dsb
4. Persaingan umum
Pesaing adl Semua perusahaan yang bersaing utk mendapat konsumen yg sama. Mis : Perusahaan yg memproduksi brg
konsumsi, peralatan dapur dll.
VII. Analisis Aspek Bahan Baku/Produksi
Bahan baku bisa diperoleh dengan
- memproduksi sendiri
- Supplier
- kemitraan
Mis : Garuda Food, produsen kacang garuda mengadakan kemitraan dengan pemilik kebun dan petani kacang agar
pengadaan bahan baku lancar dan sesuai standar mutu perusahaan
Contoh lain, Mac Donald Indonesia memberi biimbingan teknis kepada para peternak pemasoknya agar standar kualitas
tetap terjaga dan pasokan lebih terjamin
Yang musti diperhatikan dalam analisis resiko bahan baku adalah
a. tersedianya bahan baku secara kontinyu
b. Sifat bahan baku ( tahan lama atau tidak )
c. Bahan baku mudah / tidak mudah didapat
d. Pengadaan TK yang berhubungan dg penyediaan bahan baku
Hasil anilisis bahan baku berisiko jika :
- Kualitas bahan baku tidak baik
- Tidak ada pengendalian bahan baku
- Produksi bahan baku kurang / terlalu banyak
- Tidak ada gudang penyimpanan bahan baku
VIII. Analisis aspek pemasaran
Yang perlu dianalisis :
a. strategi bersaing
b. Kegiatan pemasaran
c. Segmentasi pasar
d. Nilai penjualan produk di pasar
e. Market share yang dikuasai perusahaan
Aspek pemasaran berisiko jika :
a. Kinerja produk yang rendah
b. Kegagalan dalam pengembangan produk
c. Perang harga
d. Perubahan permintaan produk
e. Distribusi yang bermasalah
f. Promosi kurang efektif
g. Pemalsuan merk

h. Kebijakan pemerintah yg tidak tepat di dlm dunia usaha

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar